Kehamilan Ektopik diawali Pendarahan

Kehamilan Ektopik diawali Pendarahan – Kehamilan yang lancar sampai persalinan melahirkan bayi yang sehat ialah mimpi semua wanita.

Sayang, karena bermacam factor, tidak semua kehamilan dapat berjalan mulus. Salah satunya permasalahan kehamilan yang ditakutkan ialah kehamilan ektopik yang selalu diawali dengan pendarahan.

Kehamilan Ektopik diawali Pendarahan Vagina Ringan disertai Nyeri Panggul

Keadaan ini ialah kondisi genting klinis yang dapat berpengaruh fatal jika tidak mendapatkan pengatasan yang tepat.

Baca Juga: Mengetahui Tanda Bahaya Kehamilan

Apakah itu kehamilan ektopik yang diawali pendarahan dan apa pemicu, gejala, pengatasan, dan penangkalannya? Yok, baca pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Apakah itu kehamilan ektopik?

Merilis Cleveland Clinic, kehamilan ektopik sebagai kehamilan yang terjadi di luar kandungan. Pada kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi melekat pada susunan kandungan. Saat itu, kehamilan ektopik terjadi saat telur yang dibuahi dimasukkan dan tumbuh di luar rongga khusus kandungan.

Sama seperti yang tercatat di situs Mayo Clinic, kehamilan ektopik umumnya umum terjadi di tuba falopi (yang bawa telur dari ovarium ke kandungan). Tipe kehamilan ektopik ini disebutkan dengan kehamilan tuba. Tetapi, pada kasus yang jarang-jarang, kehamilan ektopik bisa juga terjadi pada bagian lain, seperti ovarium, rongga perut, atau sisi bawah kandungan (leher kandungan) yang tersambung ke vagina.

Kehamilan ektopik tidak bisa berjalan dengan normal. Telur yang sudah dibuahi tidak bisa bertahan hidup, bahkan juga jaringan yang tumbuh dapat mengakibatkan pendarahan yang memberikan ancaman nyawa bila tidak selekasnya diatasi.

Beralasan informasi dari American Academy of Family Physicians( AAFP), kehamilan ektopik terjalin pada sekeliling 1 dari masing- masing 50 kehamilan( 20 dari 1. 000). Keadaan ini biasanya teridentifikasi di awal kehamilan, yakni pada trimester pertama. Pada umumnya kasus, kehamilan ektopik biasanya diketemukan pada minggu kedelapan kehamilan.

Kehamilan ektopik dapat disebabkan karena factor hormonal dan abnormalitas genetik

Pemicu dari kehamilan ektopik belum tahu tentu. Tetapi, merilis Healthline, ada banyak keadaan yang dihubungkan dengan peristiwa kehamilan ini, yakni:

  • Faktor hormonal
  • Peradangan dan jaringan parut pada aliran tuba karena keadaan klinis, infeksi, atau pembandinghan awalnya
  • Cacat lahir
  • Kelainan genetik
  • Kondisi klinis yang mempengaruhi wujud dan keadaan aliran tuba dan organ reproduksi

Pendarahan vagina enteng dan ngilu panggul sebagai gejala awalnya kehamilan ektopik

Ketika ada dalam step awalnya, wanita yang alami kehamilan ektopik peluang tidak rasakan gejala apa saja. Tetapi, sebagian orang dapat memperlihatkan tanda atau gejala awalnya kehamilan, seperti menstruasi yang lewatkan, ngilu payudara, dan mual.

Disamping itu, bila lakukan test kehamilan, hasilnya akan positif. Tetapi, kehamilan ektopik tidak bisa bersambung seperti kehamilan normal. Saat telur yang dibuahi tumbuh di lokasi yang tidak semestinya, karena itu tanda dan gejala akan jadi lebih kelihatan.

Merilis Mayo Clinic, kerap kali kehamilan ektopik memperlihatkan tanda awalnya seperti pendarahan vagina enteng dan ngilu panggul. Bila darah bocor dari tuba falopi, karena itu penderitanya dapat rasakan ngilu di pundak atau terus-terusan ingin buang air kecil. Meskipun begitu, gejala detil tergantung pada posisi darah bergabung dan saraf yang teriritasi.

Bila sel telur yang dibuahi terus tumbuh di tuba falopi, karena itu tuba falopi dapat pecah. Ini peluang dapat mengakibatkan pendarahan luar biasa dalam perut, dan memunculkan gejala seperti pusing berlebihan, terguncang, dan tidak sadarkan diri. Selekasnya mencari bantuan klinis bila alami beberapa gejala berikut:

  • Nyeri perut atau panggul yang kronis dengan dibarengi pendarahan vagina
  • Sakit kepala enteng atau tidak sadarkan diri yang berlebihan
  • Sakit pundak

Mempunyai kisah penyakit radang panggul dan merokok dapat tingkatkan resiko kehamilan ektopik

Pada intinya semua wanita yang telah aktif secara seksual beresiko alami kehamilan ektopik. Tetapi, ada faktor-faktor yang dapat tingkatkan resikonya, misalnya:

  • Usia 35 tahun ataupun lebih
  • Memiliki kisah kehamilan ektopik
  • Memiliki kisah endometriosis
  • Konsepsi ditolong oleh obat atau proses kehamilan
  • Memiliki kisah radang panggul
  • Memiliki kisah operasi
  • Merokok saat hamil
  • Memiliki kisah penyakit menyebar seksual seperti gonore atau klamidia
  • Konsepsi terjadi walau tuba ligasi atau intrauterine piranti (IUD)
  • Memiliki abnormalitas sistematis pada aliran tuba yang mempersulit telur untuk lakukan perjalanan

Analisis kehamilan ektopik

pemeriksaan kehamilan di luar isi hendak dilaksanakan oleh dokter berpedoman interviu, kontrol fisik, serta kontrol pendukung. Dalam interviu, dokter akan bertanya beberapa hal sebagai berikut ini:

  • Keluhan yang dirasa
  • Riwayat menstruasi
  • Riwayat kehamilan dan pemakaian alat KB
  • Memiliki penyakit dan operasi awalnya
  • Riwayat alergi
  • Riwayat penyakit keluarga dan info penting yang lain

Di saat pengecekan fisik, dokter akan lakukan pengecekan selengkapnya, terhitung pengecekan penekanan darah, nadi, temperatur, pernafasan, perut dan panggul, dan pengecekan vagina. Pengecekan panggul ini dilaksanakan untuk memverifikasi ukuran kandungan dalam periode kehamilan dan rasakan keadaan permukaan perut.

Saat itu, pengecekan pendukung bisa dilaksanakan dengan:

  • Pemeriksaan air seni. Step ini dilaksanakan untuk ketahui keadaan kehamilan.
  • Pemeriksaan darah tiap 2 hari sekali. Ini dilaksanakan untuk memeriksa hormon ß-hCG yang dibuat selama saat kehamilan. Pada kehamilan muda, tingkat hormon ini bertambah sekitar 2x tiap dua hari. Kandungan hormon yang rendah memperlihatkan ada satu permasalahan, seperti kehamilan ektopik
  • Pemeriksaan ultrosonografi (USG). Pengecekan ini bisa memvisualisasikan isi dari kandungan seorang wanita. tes USG dapat melihat di mana posisi kehamilan seseorang, bagus di isi, peredaran tuba, indung telur, ataupun pada tempat lain.

Pengatasan Kehamilan Ektopik diawali Pendarahan

Karena sel telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup karena tumbuh di luar kandungan, karena itu dokter perlu mengeluarkannya. Dua sistem yang dapat dilaksanakan ialah:

  • Pengobatan: bila tuba falopi pasien belum pecah dan kehamilan baru saja, karena itu dokter akan memberikan suntikan metotreksat untuk hentikan sel telur untuk tumbuh.
  • Operasi: kadang pasien perlu pembandinghan, yakni laparoskopi. Dokter akan membuat irisan benar-benar kecil di perut sisi bawah dan masukkan selang tipis dan fleksibel (laparoskop) untuk hilangkan kehamilan ektopik. Tetapi, bila tuba falopi pasien hancur, karena itu peluang dokter akan mengusungnya. Bila pasien keluarkan banyak darah atau tuba falopi sudah pecah, karena itu dokter akan lakukan operasi genting dengan irisan yang semakin besar. Ini disebutkan dengan laparotomi.

Dokter akan memberikan pasien panduan khusus mengenai perawatan irisan sesudah operasi. Arah intinya untuk jaga irisan masih bersih dan kering sepanjang proses pengobatan.

Disamping itu, dokter akan menyarankan pasien untuk mengecek sisa irisan tiap hari untuk cari pertanda infeksi yang dapat terjadi pascaoperasi, misalnya:

  • Pendarahan yang tidak stop
  • Pendarahan terlalu berlebih
  • Drainase yang bau busuk
  • Panas waktu dipegang
  • Kemerahan
  • Pembengkakan

Perawatan Saat Mengalami Pendarahan Vagina Sesudah Operasi

Pasien dapat alami pendarahan vagina enteng dan pembekuan darah kecil sesudah operasi. Ini dapat terjadi sampai 6 minggu sesudah operasi. Perlakuan perawatan yang lain dapat dilaksanakan mencakup:

  • Minum banyak cairan untuk mencegah sembelit
  • Jangan mengusung apa saja yang lebih berat dari 4,5 kg
  • Istirahatkan panggul dengan tidak lakukan hubungan seks untuk beberapa waktu, tidak memakai tampon, dan tidak lakukan douching
  • Istirahat sebanyak-banyaknya pada minggu awal setelah operasi, dan tambahkan rutinitas pada beberapa minggu selanjutnya bila sanggup

Pasien disarankan selalu untuk memberitahu dokter bila merasa sakit bertambah atau rasakan suatu hal yang tidak biasa. Perkiraan dan pencegahan mustahil dilaksanakan dalam tiap kasus. Pasien kemungkinan dapat kurangi resiko lewat perawatan kesehatan reproduksi yang bagus.

Disamping itu, seharusnya pasien minta pasangan untuk memakai kondom saat lakukan hubungan seksual dan batasi jumlah pasangan seksualnya. Ini dapat kurangi resiko PMS, yang dapat mengakibatkan radang panggul (pelvic inflammatory disease, yang dapat mengakibatkan peradangan pada aliran tuba).

Pasien seharusnya lakukan lawatan teratur ke dokter, terhitung lakukan pengecekan ginekologi teratur dan pengecekan PMS teratur. Disamping itu, pasien seharusnya tingkatkan kesehatan pribadinya dengan mengaplikasikan gaya hidup sehat dan hentikan rutinitas merokok.

Prospect periode panjang kehamilan ektopik

Prospect periode panjang kehamilan ektopik bergantung apa keadaan itu dapat mengakibatkan kerusakan fisik. Tetapi, umumnya wanita yang alami kehamilan ektopik dapat memperoleh kehamilan sehat.

Bila ke-2 tuba falopi masih utuh, atau tinggal satu, sel telur masih bisa dibuahi seperti umumnya. Tetapi, bila mempunyai permasalahan reproduksi yang telah ada awalnya, hal tersebut dapat mempengaruhi kesuburan di periode kedepan dan tingkatkan resiko kehamilan ektopik di periode kedepan. Ini khususnya terjadi bila permasalahan reproduksi yang telah ada awalnya, mengakibatkan kehamilan ektopik.

Pembandinghan dapat mencederai tuba falopi dan dapat membuat kehamilan ektopik di periode kedepan memungkinkan untuk terjadi. Bila misalkan pengangkatan salah satunya atau ke-2 aliran tuba diperlukan, seharusnya bahas sama dokter mengenai peluang perawatan kesuburan, misalnya fertilisasi in vitro, yang mengikutsertakan penanaman sel telur yang sudah dibuahi ke kandungan.

Disamping itu, bahas sama dokter mengenai berapakah lama harus menanti saat sebelum coba lakukan program kehamilan kembali. Umumnya beberapa pakar merekomendasikan supaya pasien memberikan dianya waktu minimal sepanjang tiga bulan, supaya punyai waktu cukup buat sembuh.

Jika wanita dengan kisah kehamilan ektopik hamil kembali, lihat pengubahan dalam tubuh sampai dokter dapat pastikan apa sel telur yang sudah dibuahi tumbuh di lokasi yang semestinya. Karena, ada kisah kehamilan ektopik akan tingkatkan resiko kehamilan ektopik di periode kedepan.

Itu keterangan sekitar pemicu, gejala, pengatasan, dan pencegahan kehamilan ektopik atau peristiwa hamil di luar kandungan. Selekasnya kontrol diri ke dokter bila alami gejala-gejalanya supaya bisa mendapatkan pengatasan klinis yang tepat. Disamping itu, tanyakan ke dokter bila kamu mempunyai satu atau faktor-faktor resiko dari kehamilan ektopik, supaya dokter dapat menolong meminimalisir berlangsungnya kehamilan ektopik di periode kedepan.