Mengetahui Tanda Bahaya Kehamilan

Pada periode kehamilan, sering badan akan rasakan ketaknyamanan sehingga ibu hamil haruslah mengetahui berbagai tanda bahaya saat kehamilan.

Tetapi, dari beberapa tanda kehamilan yang normal terjadi, dari beberapa tanda kehamilan yang normal terjadi Anda pun perlu siaga dengan pertanda bahaya kehamilanAnda perlu siaga dengan pertanda bahaya kehamilan.

Sebagai wujud penjagaan supaya tidak mencelakakan ibu dan bayi, baca apa tanda bahaya kehamilan yang harus dipahami ibu hamil di bawah ini.

Ibu Hamil Harus Mengetahui Tanda Bahaya Kehamilan

Cukup banyak wanita yang alami keluh kesah ibu hamil karena ada pengubahan dalam tubuh. Apa lagi, ada juga tanda-tanda atau tanda yang bisa diatasi dengan gampang atau bahkan juga raib sendirinya. Ini juga yang membuat Anda berasa tidak alami hal yang serius.

Baca Juga: Cegah Kemandulan Sebelum Mengalami Gejala

Diambil dari Pregnancy, Birth, dan Baby beberapa tanda resiko kesehatan yang kemungkinan ada di trimester kehamilan tertentu atau dalam babak setahap. Apa lagi, ada peluang Anda dan pasangan susah ketahui apa yang dirasakan adalah hal yang normal atau mungkin tidak.

Tanda Bahaya Saat Hamil

Oleh karena itu, tidak ada kelirunya Anda siaga dengan keadaan kesehatan untuk menahan berlangsungnya permasalahan serius seperti kompleksitas kehamilan sampai keguguran. Mengetahui sejumlah pertanda atau tanda dari bahaya kehamilan yang penting dicurigai, misalnya:

  1. Muntah terus-terusan dan tidak mau makan

Rasa muntah dan mual atau morning sickness memang lumayan kerap dan umum dirasakan oleh ibu hamil saat trimester pertama kehamilan. Tetapi, bila muntah dan mual ini terjadi secara terus-terusan dan terlalu berlebih, ini bisa saja tanda bahaya.

Jika didiamkan, ibu hamil dapat alami dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan pengurangan kesadaran karena minimal konsumsi gizi yang dimakan.

  1. Alami demam tinggi

Demam dengan temperatur tinggi bisa dipacu karena ada infeksi pada tubuh ibu hamil. Demam ini terjadi sebagai reaksi mekanisme imun yang menantang patogen pemicu penyakit.

Meskipun begitu, jika temperatur demam begitu tinggi, selekasnya kontrol diri ke rumah sakit paling dekat untuk mendapatkan bantuan pertama dan pengatasan yang tepat.

Apa saja pemicunya, demam yang dirasakan ibu hamil ialah keadaan yang penting selekasnya dibawa dan diobati oleh dokter. Bila tidak diobati, demam ini dapat beresiko untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

  1. Gerakan janin yang kurang dalam kandungan

Umumnya, makin tua umur kandungan, makin aktif juga gerakan janin seperti menyepak-nendang dalam kandungan. Oleh karenanya, gerakan janin yang kurang aktif atau bahkan juga stop jadi tanda bahaya seterusnya.

Ini mengisyaratkan bila janin alami mengalami kekurangan oksigen atau kekurangan nutrisi. Bila di dalam 2 jam frekwensi gerakan janin di bawah sepuluh kali, selekasnya kontrol diri ke dokter atau bidan.

  1. Bagian-bagian badan membesar

Pengubahan wujud badan pada ibu yang memiliki kandungan, seperti pertambahan berat tubuh, adalah suatu hal yang lumrah dirasakan. Ibu hamil akan alami bengkak di sejumlah anggota badan, seperti tangan, kaki dan muka.

Akan tetapi, jika bengkak ini dibarengi dengan tanda-tanda pusing, nyeri ulu hati, kejang, dan penglihatan buram, selekasnya mencari kontribusi klinis supaya selekasnya mendapatkan pengatasan. Karena, bisa saja ini ialah tanda preeklamsia yang dapat mencelakakan ibu hamil dan janinnya.

  1. Terjadi pendarahan

Mencuplik Health24, ada bintik di awal kehamilan bisa ditandai sebagai tanda sudah berlangsungnya implantasi, Bunda. Tetapi jika pendarahan ini terjadi sepanjang kehamilan, karena itu ini harus diselidik dan dibawa ke dokter.

Jika pendarahan terjadi pada trimester pertama, karena itu ini bisa memberikan indikasi berlangsungnya kehamilan ektopik atau keguguran. Di masa datang, pendarahan dalam kehamilan dapat disebabkan karena infeksi, keguguran, plasenta previa, atau solusio plasenta.

Jika pendarahan pada vagina berkaitan dengan permasalahan pada plasenta, karena itu ini bisa ditangani dengan bedrest di dalam rumah atau rumah sakit. Dalam kasus yang kronis, bayi dalam kandungan kemungkinan perlu untuk selekasnya dilahirkan.

  1. Morning sickness kronis

Bila ibu hamil alami mual dan muntah atau morning sickness kronis, yang tidak stop dalam 3 bulan pertama kehamilan, ini beresiko membuat ibu hamil alami pengurangan berat tubuh dan dehidrasi.

Jika itu terjadi, dapat membuat ibu hamil, dan bayi dalam kandungan tidak mempunyai gizi yang cukup dan mineral dan bahan kimia pada tubuh kemungkinan tidak imbang.

“Bila Anda tidak dapat makan atau minum apa saja, Anda beresiko alami dehidrasi dan malnutrisi, yang bisa mencelakakan bayi Anda,” kata Peter Bernstein, MD, profesor obgyn di Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center New York, diambil dari WebMD.

Karena itu, ibu hamil kemungkinan perlu dirawat di dalam rumah sakit supaya mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter akan memberi resep obat atau merekomendasikan untuk mengganti skema makan Anda.

  1. Kontraksi sebelum waktunya bersalin

Kontraksi ringan normal dirasakan ibu hamil pada trimester ke-2 atau ke-3 , khususnya saat ibu hamil berasa capek atau kekurangan cairan. Selain itu Kontraksi akan makin kerap terjadi saat hari prediksi lahir makin dekat.

Tetapi, kontraksi menjadi tanda bahaya pada kehamilan jika dibarengi dengan pendarahan atau keluar cairan dari vagina, ketuban pecah awal, dirasa makin kuat, dan terjadi saat sebelum prediksi waktu kelahiran bayi.

  1. Muntah dan mual

Tetapi, bila muntah dan mual terjadi terlalu berlebih, bisa terjadi dehidrasi, kekurangan elektrolit, kurang nutrisi, dan pengurangan berat tubuh. Keadaan ini disebutkan hyperemesis gravidarum dan perlu selekasnya diatasi oleh dokter.

  1. Sakit saat buang air kecil

Bila tampil merasa sakit atau nyeri saat buang air kecil, bisa saja Bumil menanggung derita infeksi aliran kemih, vaginosis bakterialis, chlamydia, endometriosis, herpes genital, gonore, atau trickomoniasis.

  1. Sakit di kepala, bengkak, dan masalah penglihatan

Sakit di kepala normal terjadi saat hamil, karena badan akan alami kenaikan hormon dan darah. Sementara, nyeri perut tampil karena kandungan yang semakin bertambah besar dan pengenduran ligamen dan otot panggul dan seputar kandungan.

Namun, bila beberapa gejala itu dibarengi oleh masalah pandangan, lebam-bengkak, tekanan darah tinggi, dan kencing berbuih (banyak protein pada urine), Bumil perlu waspada, sebab bisa jadi hal itu mengisyaratkan preeklamsia.

  1. Air ketuban yang pecah saat sebelum waktunya

Air ketuban yang telah pecah saat sebelum waktunya bisa mencelakakan bayi atau si ibu. Ini karena gampangnya mikroorganisme patogen masuk, hingga bisa mengakibatkan berlangsungnya infeksi dalam kandungan ibu. Bila ibu hamil alami pecah ketuban saat sebelum waktunya, selekasnya mencari bantuan klinis.

Merilis situs Stanford Children’s Health, beberapa tanda atau tanda-tanda yang perlu selekasnya ditanyakan ke dokter pada umur berapa saja mencakup:

  • Pendarahan atau kebocoran cairan dari vagina
  • Penglihatan kabur atau masalah pandangan
  • Sakit perut atau sakit punggung yang tidak biasa atau rasa sakitnya kronis
  • Sakit kepala yang kerap, kronis, dan/atau terus-terusan
  • Kontraksi, yang mana otot perut menegang, saat sebelum umur kehamilan 37 minggu yang terjadi tiap 10 menit ataupun lebih
  • Berkurangnya gerakan janin sesudah umur kehamilan 28 minggu
  • Pusing
  • Mual dan diare terlalu berlebih
  • Demam atau menggigil
  • Rasa sakit atau kesan terbakar saat buang air kecil
  • Pembengkakan di muka, jari-jari, dan kaki
  • Ketidakmampuan untuk menolerir minuman atau makanan
  • Kejang otot
  • Berpikir untuk sakiti diri atau bayi dalam kandungan

Itu beberapa tanda bahaya yang perlu jadi perhatian dan dicurigai, tidak cuman oleh ibu hamil tapi juga pasangan dan seseorang disekelilingnya. Jika alami satu atau beberapa dari, selekasnya check diri ke tenaga medis professional supaya mendapatkan bantuan klinis selekasnya.